Jumat, 19 Juni 2015
Jumat, 22 Mei 2015
Skripsi Is Sad
Hanya mata kuliah yang bobot SKS nya 6. Cuma satu mata kuliah tapi bisa bikin galau 1 semester. Bisa bikin sakit 1 bulan, serta bisa bikin gak mood makan 1 minggu yang berujung pada datangnya penyakit yang tidak bikin sehat.
Pasti ada saja kendala dalam bikin skripsi, khususnya ujian pendadaran, mata kuliah yang kurang beberapa SKS lah, Test CEPT yang gak lolos lolos lah, Kolokium yang harus di ulang beberapa kali lah, ganti metode skripsi yang bikin mules berkepanjangan, bahkan ada yang harus ganti data. setidaknya saya memang mengalami kendala tersebut tapi tidak semuanya. yang pastinya kolokium yang harus lulus di bulan maret bukan di bulan februari, mata kuliah yang kurang 3 SKS saja serta ganti metode yang sudah sampai di kali ketiganya. Halah halah, hidup ini ternyata menyakitkan.
Whatever lah dengan segala cobaannya. Pengharapan lulus di bulan Agustus itu bagai punguk merindukan bulan. Sangat jauh dari harapan, hanya berharap kemurahan hati Sang Pemilik Jagat Raya untuk menakdirkanku lulus bulan Agustus. karena banyak sekali yang belum di lakukan. yang pertama mengejar bab 1 dan bab 2 dalam kurun waktu seminggu. sedangkan data yang harus dimasukkan dalam latar belakang belum di temukan sepenuhnya. apalagi jarang yang mengambil tentang gizi ini. Tapi apalah daya ini semua sebab akibat dari galau satu semester. Apa mau di kata.
Bolehlah melihat ke bawah, memang banyak teman yang masih mengambil mata kuliah di semester ujung ini, tapi di sisi lain hampir 1/3 angkatan sudah lulus di bulan juni ini. Ya Allah hanya dengan kemurahan-Mu lah izinkan hamba lulus di bulan Agustus.
Ahh skripsi. mau di elus sayang malah tambah manja, mau di keraskan tapi malah bikin kita sakit. beribu maaf kepada dosen pembimbing yang lama di anggurin. semoga kebaikan hati bapak tetap sampai akhir ya pak. Skripsi Skripsi. mata kuliah yang selalu bikin sedih berkepanjangan. Tapi semoga ada hikmahnya. Aamin....
Bolehlah melihat ke bawah, memang banyak teman yang masih mengambil mata kuliah di semester ujung ini, tapi di sisi lain hampir 1/3 angkatan sudah lulus di bulan juni ini. Ya Allah hanya dengan kemurahan-Mu lah izinkan hamba lulus di bulan Agustus.
Ahh skripsi. mau di elus sayang malah tambah manja, mau di keraskan tapi malah bikin kita sakit. beribu maaf kepada dosen pembimbing yang lama di anggurin. semoga kebaikan hati bapak tetap sampai akhir ya pak. Skripsi Skripsi. mata kuliah yang selalu bikin sedih berkepanjangan. Tapi semoga ada hikmahnya. Aamin....
Kamis, 23 April 2015
Ayah
Ayah
Ayah, terhitung kita
satu keluarga hidup bersama dalam satu atap se umurku hidup yakni 20 tahun.
Hidup bersama dengan kasih sayang layaknya keluarga harmonis seperti yang di
inginkan oleh keluarga lain dimanapun mereka tinggal. Tapi, mengapa sejak
umurku menginjak di 21, kepergian ayah bersama kakak yang telah menjadi
keluarga menjadi pilihan ayah ?
Tidak tersisa sedikit
lagikah kasih sayang mamak di benakmu ? tidak ada lagi kah kenangan yang
memaksa untuk tetap tinggal di rumah itu ? ayah tinggalkan kami se akan akan
kami beban yang berat bagi ayah, terlalu susahkah untuk menghidupi satu istri
dengan dua anak yang pendidikannya tinggal di penghujung kelulusan kampus,
terlalu hinakah kami di mata saudara-saudara ayah sehingga rela meninggalkan
kami.
Ayah, Kami memang bukan
apa apa dan memang tidak memiliki apa apa, di bandingkan anak perempuan
kesayangan ayah yang rumahnya ayah tempati sekarang, mamak yang masih terus
berjuang membiayai pendidikan hingga tingkat yang layak, agus yang masih
menapaki awal kuliahnya di kampus, tidak ada kah perasaan kasihan yah ?
walaupun jauh di lubuk hati tidak kuminta rasa kasihan itu. Apa guna mempunyai
ayah tapi hanya sekedar symbol belaka.
Hidup enak dengan makan
4 sehat 5 sempurna,kesehatan terjamin dan lain sebagainya memang tidak bisa
kami berikan, tapi lupakah ayah kalau ayah adalah pemimpin rumah tangga ? bukan
anak kecil yang harus di suapi, bukan pasien rumah sakit yang tak berkeluarga,
satu pertanyaan , apakah keluarga ayah hanya putri kesayangan ayah yang ayah
anggap satu satunya anak ayah ?
Entah apa harus ku
panggil ayah sekarang, seorang ayah kah yang meninggalkan istrinya dalam
kesendirian tanpa nafkah ? seorang ayah kah yang tidak pernah memberi makan
istri dan anaknya ? seorang ayahkah yang sama sekali tidak memperhatikan
pendidikan anak anaknya ?
Ayah, jujur hingga saat
ini, tidak pernah lagi terbersit fikiran untuk menikah, ayah, sosok yang ku
anggap dapat menjadi contoh ternyata bukan lelaki sejati, lelaki yang
membimbing di kala keluarganya khilaf.
yang memegang tangan istri dan anak anaknya di kala sendiri. Mana sosok
ayah yang ada di buku buku dan film film. Ayah, sulit memang untuk memanggilmu
apa sekarang.
Ayah, kalau sekedar
menyakan kabar lagi apa sekarang ? kucing juga bisa menanyakan. Sudah makan apa
belum ? rumput juga bisa bertanya. Ayah, ku kira di umurmu yang sudah lewat
separuh abad menambah ke arifan mu dalam bersikap. Tapi rupanya ayah lebih
memilih mendengar mereka yang tidak pernah se atap dengan kita, mereka yang
bahkan saat lebaran tidak lebih memilih di kunjungi daripada mengunjungi.
Ayah, suatu saat nanti,
jika Allah berkenan menjodohkanku dengan seseorang yang entah tidak tahu siapa,
entah siapakah yang menjadi wali ku nanti ? pernah ayah berfikir sampai kesana
?
Ahhh ayah, ribuan hari
tidak akan pernah cukup untuk membahasmu, percuma mata ini menangis, memohon
kepadamu hanya untuk sekedar menemani mamak, menemani istri yang telah
mendampingin hidupmu lebih dari 21 tahun lebih lama dari pendamping hidup ayah
yang pertama, tapi ribuan alasan hingga deraian air mata memang tidak cukup
membendung keinginanmu untuk tinggal bersama anak kesayangan ayah yang telah
berkeluarga, entah apa yang menjadi fikiran ayah hingga tega sampai seperti
itu.
Ayah, tidak iri kah
ayah dengan keluarga yang rukun bahagia bersama istri dan anak anaknya. Ayah
berapa banyak uang sih yang di miliki menantu dari anak kesayangan ayah yang
berpendidikan tapi tidak tahu sopan santun sehingga begitu mudahnya ayah
mengiyakan ajakan dia yang belum ada puluhan tahun ayah mengenalnya ? samapi
sampai ayah harus meninggalkan mamak yang tidak berharta dan berpunya ?
Ayah, untuk terakhir
kalinya permohonan maaafku semoga di terima, tapi jujur aku bingung harus
memanggil ayah dengan sebutan apa ? dengan segala perbuatan ayah yang bahkan
tidak pernah di lakukan oleh induk singa sekalipun.
#i_am_sorry_dad
#dan_terimakasih_sudah_menjadi_ayah_selama_20_tahun_hidupku
#dan_terimakasih_sudah_menjadi_ayah_selama_20_tahun_hidupku
*renungan di pojok
kesedihan
Kamis, 09 April 2015
Skripsi in Action
Skripsi in Action
Lagi garap skripsi ni ceritanya pemirsah...
Awalnya gak kepengen skripsinya pake data kampung halaman,
akan tetapi Tuhan berkehendak lain rupanya, karena di pasangkan dengan Dosen
Bpk. Dr.Jaka Nugraha, M.Si., maka kami selaku mahasiswi bimbingannya harus
mengambil data di tanah kelahiran masing-masing.
Banyak cerita tentang skripsi, termasuk saat ditolak
mengambil data di Dinas Pariwisata Bangka Belitung, Akan tetapi inilah
pelajaran berharganya, termasuk pelajaran pengorbanan MAMAK yang tiada duanya.
akhirnya inilah sekelumit data yang berhasil di himpun dari berbagai macam
kertas profil yang berserakan di kamar. (semoga skripsi ane di mudahkan Ya
Allah ) :
ini ni sekelumit tentang Bangka Belitung, tepatnya di
kabupaten Bangka, Tanah kelahiran yang indah tiada duanya :
Kabupaten Bangka terletak di pulau Bangka dan termasuk
wilayah provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan luas kurang lebih 2.950,68 km2
atau 295.068 Ha. Secara adminitratif Kabupaten Bangkan berbatasan lansung
dengan daratan wilayah kabupaten/kota lainnya, yaitu :
· Sebelah
Utara berbatasan dengan laut Natuna
· Sebelah
Timur berbatasan dengan selat Gaspar
· Sebelah
Selatan berbatasan dengan Laut Jawa
· Sebelah
Barat berbatasan dengan selat Bangka
Kabupaten Bangka beribukota di
Sungailiat, Jarak Ibukota Kabupaten Bangka dengan ibukota kabupaten/kota
lainnya di Pulau Bangka terjauh adala Toboali (Kabupaten Bangka Selatan) dengan
jarak 158 Km dan jarak terdekat adalah dengan Kota Pangkal Pinang yaitu 33 Km.
Tanah di Kabupaten Bangka sebagian
besar berombak dan bergelombang (51%) sedangkan sisanya lembah/datar (20%),
rawa (25%) dan berbukit (4%) dengan pH rata-rata di bawah 5 sehingga pH dapat
di katakana agak asam, di dalamnya mengandung mineral bijih timah dan bahan
galian lainnya seperti pasir kwarsa, kaolin, batu gunung dan lain lainnya.
Sungai sungai berhulu di perbukitan dan bermuara di laut dan sungai sungai
kabupaten Bangka hanya dimanfaatkan untuk sarana transportasi dan masih minim
dimanfaatkan untuk sumber perikanan karena nelayan cenderung mencari ikan di
laut. Di kabupaten Bangka tidak terdapat danau alam, danau danau kecil yang ada
merupakan danau bekas penambangan timah dan masyarakat menyebut kolong.
Iklim di kabupaten Bangka adalah
iklim tropis type A dengan variasi curah hujan antara 58,3 hingga 476,3 mm
setiap bulannya dengan suhu antara 26,100 – 28,700 C,
kelembababan bervariasi antara 77,4 hingga 87,3 %. Sementara intensitas
penyinaran matahari antara 30,0% hingga 70,4 % dengan tekanan udara 1008,1
hingga 1010,8 Mb.
Secara adminitratif Kabupaten Bangka
terdiri dari 8 kecamatan dan 69 desa, kedelapan kecamatan itu adalah :
1)
§
Sungailiat
2)
§
Belinyu
3)
§
Riau Silip
4)
§
Bakam
5)
§
Puding Besar
6)
§
Pemali
7)
§
Merawang
8)
§
Mendo Barat
Minggu, 05 April 2015
Berbahagialah Kalian
Menjadi seorang yang
lahir dari keluarga awam agama, kental dengan budaya, penuh intrik keluarga dan
lain sebagainya, di takdirkan masuk pondok pesantren hingga kuliah di statistic
ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, kadang saya berharap untuk tidak
menerima takdir yang sungguh hebat ini. Di saat yang lain tumbuh dengan
nyamannya kasih saying orang tua, penuh curahan kasih seorang ibu yang tiap
saat mendampingi, ayah yang mngajari banyak hal, teman yang selalu menemani ,
uang jajan yang berlimpah, rasa rasanya tidak saya dapatkan semua itu. Hidup dengan seorang ayah yang hanya pulang
seminggu sekali, dengan gaji yang bahkan untuk sekedar makan berlauk pun tidak
bisa, seorang ibu perawat yang kadang karena lelahnya tidak ada waktu untuk
mengajari pelajaran, atau memang kaminya yang tidak pernah bertanya, uang jajan
yang mesti di tabung dikarenakan ada sesuatu hal mendadak yang mungkin terjadi,
sama sekali tidak memberikan sedikit ruang untuk bersenang-senang.
Mungkin tuhan
menakdirkan lain untuk diriku, tapi siapa yang tahan dengan kondisi yang carut
marut, dengan tekanan disana sini, tekanan untuk lulus dan segera kerja untuk
menjadi tulang punggung keluarga, dikarenakan sang ayah lebih memilih tinggal
bersama keluarga putrinya bukanlah permasalahan yang tidak sulit. Banyak hal
yang harus dikorbankan. Termasuk mengorbankan masa muda yang seharusnya penuh
warna menjadi kelabu, masa muda yang sejatinya dinikmati orang lain dengan
indahnya menjadi pupus hanya karena satu hal yaitu anak sulung.
Kalian yang hanya bisa
melihat dari sisi luarnya diriku pun tidak akan pernah menyangka kalau
kehidupanku penuh cerita yang tidak mengenakkan. Kadang ketika berfikir ingin
seperti mereka gadis gadis di luar sana yang merasakan cinta bersama para
kekasihnya, berjalan kesana kemari tanpa rasa bersalah, cobalah kalian jadi
diriku. Menjawab siapa yang menjadi wali nikah ketika tiba saatnya nanti sangat
kelu lidah ini rasanya. Adik kah ? yang sekarang masih kuliah. Kakek kah ? yang
sekarang sudah di surgaa. Atau ayah? Yang sekarang tidak tahu rimbanya . siapa
siapa ? bisa kalian menjawab siapa. Kalau ibu bisa menjadi wali, mau rasanya
melansungkan pernikahan tanpa ayah. Yang tidak pernah membiayai sekolah dan
kuliah. Sampai sampai tidak tahu anaknya makan apa. Anaknya kurang apa.
Jadi, berbahagialah
kalian yang masih mempunyai ayah dan ibu yang lengkap, yang menyayangi kalian,
yang selalu mengomeli kalian. Yang masih mengajari kepada kalian banyak hal
tanpa diminta. Karena disana letak kasih
sayangnya. Yang masih di beri uang jajan. Yang masih di telpon tanpa perlu
menelpon kesana. Yang tidak harus memikirkan ini itu, memikiran uang spp dan
lain sebagainya. Jadi sejatinya ketika kalian mengeluh hidup yang sama sekali
yang tidak kalian syukuri. Fikirkan lah orang lain yang ingin hidup sebagaimana
takdir kalian hidup.
Senin, 30 Maret 2015
"Akhwat" in my Mind
What is "Akhwat"
Bagi kalian yang kuliahnya di daerah jogya dan
sekitarnya pasti familiar dengan kata "akhwat" dan
"ikhwan". karena memang di daerah ini lah pemandangan mereka yang
berjilbab lebar, berjubah , berpeci dan bercelana nonisbal, bersikap santun dan
selalu ghadul bashor banyak ditemukan, tapi tidak menutup daerah lain tidak
ada. mereka ada dimana-mana, akan tetapi populasi terbesarnya ada di kota
pendidikan dan sekaligus kota budaya ini. Sayangnya belum ada survey atau
sensus yang membuktikan berapa banyak populasi mereka... hihi (statistik banget
yakk )
Okey, berbicara tentang masalah
"Ikhwan" "Akhwat" sejatinya tidak lepas dari konteks bahasa
arab. Secara maknawi, Akhwat dan ikhwan adalah kata "jamak dari kata
"uhktun" "akhun" yang bermakna saudara/i. Jadi secara makna
"akhwat" dan "ikhwan" adalah saudara yang banyak.Tapi jika
dilihat secara harfiah di kota ini makna akhwat dan ikwan memang lumayan
“KERAMAT” atau jika di jelaskan makna akhwat dan ikwan disini hampir setara
dengan kata USTADZ/ZAH. Maksudnya mereka yang telah di labeli dengan kalimat
ikhwan dan akhwat dapat dipastikan orangnya ALIM, MAHIR, SOPAN,SANTUN,GAK
NEKO-NEKO,SHALAT TEPAT WAKTU, SELALU MENUNDUKKAN KEPALA,BICARA LEMBUT, BAIK
HATI/TERLALU BAIK MALAH,SUKA MENOLONG, GAK PACARAN, GAK NYELENEH dan lain
sebagainya. Malah jika mereka yang telah dilabeli “ikwan” dan “akhwat”
kedapatan jalan di mall, pencicilan, petakilan, judes, cemburuan, cuek,
bergaulnya ke orang orang aneh, gak nundukkan kepala kalau ngomong, maka dapat
dipastikan medapatkan label “AKHWAT OR IKHWAN ABAL ABAL.
Sebenarnya tidak semua mereka yang berpakaian
takwa, berjilbab kecerdasan, berjubah kearifan itu mau di juluki ikhwan or
akhwat, karena memang terlalu berat jika sebutan itu terlalu di keramatkan,
karena dakwah itu pada hakekatnya adalah wajib ala kulli mukminin wa mukminat,
dan dakwah bukan saja pada lisan, pakaian dan lain sebagainya, bisa jadi dari
tulisannya dari hartanya dari ilmunya. Naïf sekali mereka yang mengaku akhwat
atau ikhwan merasa diri mereka paling suci dan hanya mau bergaul dengan orang
yang sepahaman dengan mereka, sealiran pakaian dengan mereka dan satu model
baju dengan mereka.
Jujur saja, jika kalian mau mengaku atas bacaan
yang sering kalian lihat di buku manapun, tidak ada dakwah yang hanya bersifat
lisan, tidak ada pendakwah yang hanya bersifat lembut dan halus katanya. Karena
kita manusia diciptakan berbeda. Diciptakan untuk memahami satu sama lain. Di
ciptakan bukan untuk menjuluki, melabeli satu dan lainnya. Tidak ada yang benar
di muka bumi ini. karena kebenaran hanya milik Allah SWT.
Jadi saya rasa, memang kita harus melihat dari
konteks mananya dulu dan dalam pandangan yang berbeda, bukan hanya melihat
dengan sebelah mata saja. Jangan terlalu memberat-beratkan tapi tidak baik juga
memudah-mudahkan. Setiap orang itu belum tentu baik tapi jangan menyebut diri
yang terbaik. Hakekatnya belajar dan membacalah lebih banyak lagi. Jika
mengartikan ikhwan dan akhwat tidak bisa jangan coba-coba menyebut atau
melabeli orang dengan kata yang kalian tidak ketahui makna dan artinya. Wallahu
A’lam
Minggu, 08 Februari 2015
KEBERSAMAAN
KEBERSAMAAN
“ Lebih baik dikit bersatu, daripada banyak tapi
tercerai berai”
Mungkin ini judul tulisan blog yang paling singkat
tapi sarat makna yang tersirat maupun tersurat. Banyak orang tahu apa itu
kebersamaan, tapi sedikit yang paham tentang arti kebersamaan, kebersamaan
bukan berarti pendapat,argument,pakaian,hingga selalu ikut ikutan. Percayalah
kebersamaan itu hal yang sepele tapi jika di abaikan fatal akibatnya. Perbedaan
itu indah sekali jika menyingkapinya dengan indah pula, bukan dengan balas
dendam bukan dengan menyindir satu sama lain, membicarakan hingga menjatuhkan
yang lainnya.
Tidak sedikit ketika dalam satu kelompok besar masih
banyak yang menggebu gebu ngotot mempertahankan ide kelompok kecilnya,
mengatakan kelompoknya paling benar, paling arif, paling bijaksana, paling
kompak, seakan akan yang lain tidak kompak tidak seirama tidak sesolid mereka,
dewasalah sedikit jika mendapati kalian dalam kelompok kecil tersebut. Syetan
bisa menjelma menjadi apa saja termasuk alim ulama hingga malaikat sekalipun.
Orang yang kalian sangka peri rupanya syetan yang menyaru begitu indah.
Pernah di katakan oleh seorang yang saban harinya
bergelut dengan orang banyak, ketika anda berada dalam satu forum maka “JANGAN
ADAKAN FORUM DALAM FORUM”. Hal ini tidak lepas dari kesaharian manusia yang
kebanyakan sok pintar, sok banyak pengalaman, sok arif dan sok bijaksana
membuka forum dalam forum, membuka kelompok dalam kelompok . berfikirlah bahwa
hal demikian bukan menyelesaikan masalah, tapi akan menambah masalah yang lebih
besar.
“Dunia ini tak seluas daun kelor, tapi juga tak
sesempit alam raya”, jika kalian berada di dunia yang sama dengan orang lain
maka pahamilah yang lainnya, jika kalian di berikan nasehat maka pahamilah
dengan banyak warna bukan sekedar hitam dan putih saja. Jika dalam satu
kelompok saja sudah membuat masalah tapi tidak merasakan, pekalah sedikit
terhadap orang lain.
Terkadang “MUSUH YANG DIKENALI LEBIH BAIK DARIPADA
TEMAN YANG TIDAK DIKENAL”, tak jarang banyak manusia yang percaya dengan
temannya sendiri daripada yang lain. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.
Tapi jika ada alat yang bisa menguji kebenaran temanmu tersebut maka
periksalah. Tak jarang banyak teman yang menyesatkan daripada yang
menyelamatkan.
Dunia ini indah karena persamaan dan perbedaan. Tapi
jangan pernah jadikan perbedaan menjadikan pemecah dalam kebersamaan.
*Sunset masjid ulil albab*
Langganan:
Postingan (Atom)













