Minggu, 02 Februari 2014

Sesal itu...

                                                                     Sesal itu

Boleh saya menyesal? boleh saya kecewa? boleh saya marah ? boleh saya membenci?

Saya bosan dengan semua ini, saya kesal dengan keadaan yang ada. bisakah tidak pergi meninggalkanku sampai tiba masanya. Saya memang banyak berbuat salah n segala hal, tapi bisakah untuk menunda sedikit saja waktu niatan itu...

Sungguh menyesal dengan segala hal yang saya rancang dan saya perbuat, ternyata hal itu cukup membuat penderitaan yg dalam di hati ini...

Mungkin kau tidak pernah menemukan namamu terucap, tercantum dan tertulis di hati ini, di fikiran ini, bahkan di dunia ini. tapi sungguh akan kutuliskan selalu namamu dalam doaku agar nama kita tercantum dalam lauhil mahfudz-Nya. Amien...

Minggu, 26 Januari 2014

H-4 Mubes 1435-1436 H


H-4 Mubes
“ Gak Kerasa ya kita udah di penghujung waktu” (R.Sekret TMUA 26 Januari 2014 Ba’da Isya)
“Al Waqtu Kas syaifi” Waktu itu ibarat pedang. Pedang jika di gunakan untuk kebaikan maka akan baik hasilnya. Jika untuk kejahatan maka akan buruk pula hasilnya. Banyak pepatah yang berbicara tentang waktu. Ada yang mengatakan waktu itu adalah uang, ada yang mengatakan waktu lebih berharga dari apapun dan hanya waktu yang tidak terbeli. Jika berbicara tentang waktu. Kurang lebih 11 Bulan kita bersama dalam satu keluarga kecil di bawah naungan kubah kuning ini. 

Apa yang telah kita berikan untuk Masjid ini ?

Amal apa yang telah kita kerjakan untuk masjid ini ?

Masihkah ada keinginan di hati kita untuk terus memakmurkan masjid ini ?

Ala kulli hal, pertanyaan terberat adalah bagaimana cara menjawab pertanyaan di atas. Kita berlima satu kepengurusan 1434-1435 H. Pastinya dalam diri masing-masing tidak akan ada yang menyangka satu sama lain kita akan bekerja sama dalam satu wadah yang entah bernama apa . Mungkin ini jalan yang telah tuhan gariskan untuk kita mengenal satu sama lain. Mungkin juga ini wadah untuk mengeratkan kita serta mengingatkan kita satu sama lain.Kurang lebih satu tahun kita bersama, mohon maaf atas segala khilaf yang pernah dilakukan. 

Kepada Ketua II TMUA (Mas Lanjar Kurniawan) Maaf jika tingkah laku yang tidak berkenan di hati, maaf belum bisa memberikan yang berarti bagi takmir dan kita berlima. 

Kepada Mas Chepy Permana (Sekretaris I). Mungkin Lidah ini sekali-kali perlu di rem agar tidak selalu menyakiti mas cepi. Kadang kala satu sama lain dari kita menginginkan yang sempurna. Tapi cara kita yang salah membahasakan. Tapi jujur baru kali ini mendapat patner kerja yang luar biasa menguras energi. Hehehe... mohon maaf atas kata, sikap dan perilaku yang salah dari saya.

Kepada Emji (Bendahara I). SATU PERMINTAAN DARI Q JI... jangan tinggalkan daku disini tanpamu(Huekss, #lumayan lebay gak ). Ji, maaf sekali atas perkataan ku yang selalu menyakiti hatimu. Maaf yang selalu tidak bersamamu. Maaf yang tidak bisa selalu membantumu, tapi jujur yang kuinginkan hanyalah kehadiranmu. Kurang lebih 2,5 tahun kita di takmir. Satu sama lain antara kita sudah saling mengenali, masihkah ada secercah cahaya di hatimu untuk menghabiskan masa kuliah kita di takmir hingga wisuda nanti. #sekali lagi aku minta maaf atas segala khilaf.

Kepada Didin (Bendahara II). Maaf ya din kalau ada salah, tapi didin gak ada salah kok sama mb, hehehe
Sekali lagi. Maafkan saya atas khilaf dan kesalahan saya. Saya yang paling banyak salah di antara kita, yang paling banyak menuntut, yang paling banyak ngomel. Ingatkan saya ketika kita tidak bersama lagi nanti. Dan doakan saya semoga saya bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Amien...
Mungkin hanya divisi kita yang kurang banyak foto, tapi tak apalah hanya foto pas outbond saja yang jadi kenangan.













Jumat, 24 Januari 2014

Love & Time



Love & Time
Setiap cinta itu punya waktu
Waktu itu bukanlah milik kita
Yang kita miliki hanyalah keyakinan
Dan keyakinan itu sama sekali tidak berujung

                   Cinta bisa mematahkan hati siapapun
                   Namun tetap bisa mengikat untuk tetap bersama
                   Cinta yang menciptakan jarak
                   Namun itulah yang menjadikan lebih dekat

Cinta sejati itu ada dan mampu bertahan untuk selamanya
Jika insan memiliki kekuatan untuk mencintai  dan dicintai
Maka cinta itu sendiri telah menemukan jalannya
Yang harus dilakukan hanyalah menunggu saat itu tiba

Senin, 13 Januari 2014

" Faqqir Qobla An Ta'zima"

" Faqqir Qobla An Ta'zima"

Dunia ini penuh ketidakpastian dan segala-galanya bersifat sementara. Entah siapa yang harus berkata dan mengatakan, entah mana yang harus di perbuat dan berbuat semuanya tidak ada patokan tetap. Begitu banyak mereka yang berbicara bla bla bla bla................ di suatu kesempatan tapi tak jarang di kesempatan lain malah mereka yang melakukan . istilah qur'annya "Kaburo Maktan" . Dan jujur saya sendiri pun merasa bingung kenapa mereka tidak mengamalkannya.Banyak bicara tapi tidak melakukannya ya sama saja bohong. lebih baik tidak usah berbicara bahkan di katakan di depan umum.

Lidah ini sama sekali tidak bertulang. perkataan sekali di ucapkan tidak akan pernah tertarik kembali oleh lidah. mungkin dia atau mereka sama sekali tidak menyadari bahwa kadang kala yang mereka katakan salah. seringkali yang mereka katakan tidak sesuai dengan keadaan. tak jarang mereka membela yang salah, hingga membela saudara sendiri yang jelas-jelas salah. tak bisakah mereka berfikir sebelum berbuat. dan berfikir setelah bertindak dan bebicara. tidak  bisakah mereka lebih cerdas sedikit dalam bertindak. tidak semua manusia itu pintar . tapi yang pasti semua manusia diberikan otak untuk berfikir. jadi berfikirlah sebelum dan setelah bertindak

Minggu, 05 Januari 2014

Saudara itu ? = ………



Saudara itu ? = ………

“ Masakan boleh pedas, tapi lisan/perkataan tidak boleh pedas “( Pesan saudara ketua takmir 1 dusun pandanpuro)

Kenapa harus menyakiti  ketika kita bersaudara?
Kenapa harus berperan sebagai orang lain ketika kita terkait satu dan yang lainnya?
Pantaskah mendzolimi ketika dia saudara kita?
Pantaskah meyakiti ketika dia bagian dari tubuh kita ?

          Teman itu ibarat matahari, ketika dia ada sungguh tidak mempunyai arti penting bagi kita, seakan-akan kehadirannya sebagai pelengkap saja, tapi ketika dia tiada tak satupun,  yang tak mencarinya.

          Mungkin sekarang kita masih bertemu, tapi tak ada yang tahu kedepan kita masih bertemu sebagai kawan atau lawan. Begitu mudahnya mengucapkan tapi tidak di jalankan. Begitu mudahnya berbicara di atas lidah yang tak bertulang tapi bara api dampaknya. Detik ini berkata ini, tak jarang menit depan di lakukan. Tak heran sang Khalik menuliskan ayat yang akan dinukilkan berikut “ Kaburo Maktan Indallahi an taquluu ma la taf’aluun”. Mereka yang berbicara/ melarang/membuat peraturan tapi mereka juga yang melanggar. Lidah itu ibarat pedang jika tidak di jaga banyak yang tergelincir  terhunus didalamnya. Karena muka boleh sama tapi tak ada hati yang sama.

          Saudara itu bisa menjadi kawan dunia akhirat tapi tak jarang menjadi musuh di yaumil hisab. Dalamnya gunung dapat di ukur tapi dalamnya hati siapa yang tahu.

::di tapal batas kesabaran::

Sabtu, 28 Desember 2013

Kisah Kita #2


Kisah Kita # 2
#kita di tahun pertama
Bisakah kita mengulang waktu yang dulu pernah kita rasakan, mengulang hari yang belum kita sempurnakan, mengulang kenangan yang pernah kita lewati. 

# kita di akhir tahun kedua

Waktu kita tinggal sebentar di sini, tak sampai 2 tahun lagi kita akan segera angkat koper dari academia bergengsi dunia dan akhirat ini. Entah kapan kita akan beramal seperti disini. Entah kapan kita lagi kita akan mendapatkan nikmat dunia di atas nikmat dunia yang lain.
Awal September 2011 yang lalu kita masuk academia ini dengan niat lillahi ta’ala, dengan kobaran semangat yang menggebu-gebu, dengan langkah pasti dan tegap kita mantapkan kaki ini melangkah mengambil jalan yang telah di gariskan-Nya untuk kita. Satu tahun pertama, suka cita dan keindahan rumah ini kita rasakan, kubah kuning terasa begitu dekat di hati, satu sama lain antara kita bagai daun yang tak terpisahkan dari cabangnya. Begitu banyak pengalaman yang kita kecap bersama yang belum tentu di rasakan oleh kakak dan adik tingkat kita. 
Tapi tak ada yang tahu ketika daun-daun jatuh berguguran kembali ketika kita menginjak tahun kedua, seakan-akan niatan suci kita terhalang oleh hal yang tak kasat mata, terenggut oleh badai yang begitu keras menerpa. Tubuh kita mulai goyah, mulai limbung dengan tujuan yang masih samar di depan mata. Begitu cepat waktu berlalu, seakan tak menyisakan ruang sedikitpun kepada kita untuk memuhasabahi diri kita sendiri. Kita seakan berkejaran dengan waktu dan  pelaporan kepada khalik apa yang telah kita lakukan di rumahnya ini. 
Kita di pertemukan di kubah kuning ini tanpa rencana, tanpa janji, semua itu telah di atur olehnya jauh sebelum kita lahir, jauh sebelum kita mengenal dunia ini. Kita bertemu di sini dengan baik, dan harapannya kita juga menyelesaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kubah kuning ini telah memberikan begitu banyak pelajaran dan pengalaman kepada kita. Sudahkan kita membalas pemberiannya ? sudahkah kita mengabdi sepenuh hati kepadanya ? umur kita tidaklah panjang, alampun mungkin bertasbih kepada niatan hati suci masing-masing dari kita yang masih terus terpaut kepada bangunan tanpa nyawa ini yang memberikan begitu banyak manfaat di yaumil hisab nanti.
Apa yang kita fikirkan ketika satu persatu mulai meninggalkan kubah kuning ini, akankah masih ada satu antara kita yang belum terpaut hatinya kepada rumah ini sehingga masih punya niatan untuk pergi. Hari besok tak ada yang tahu, tak ada yang bisa mengerti apa yang terjadi. Kita adalah satu keluarga di dalam naungan kubah ini. Tapi tak ada yang tahu apakah kita masih dalam keadaan utuh ketika bertemu di yaumil akhir nanti. Semoga apa yang kita kerjakan disini menjadi amalan penyelamat nanti.

 # inilah kita sekarang

Sekarang inilah Kita, Kita bertemu karena Allah, kita berpisah juga karena Allah dan semoga suatu hari nanti kita masih di beri kesempatan untuk bertemu oleh Allah. Dan semoga kita masih di beri kelapangan hati untuk selalu bersama mengabdi dan berjuang di bawah naungan kubah-Nya. Amien…