Jumat, 12 Juli 2013

Musibah itu Nikmat ???


Maha Suci bagimu Rabb pemilik seluruh mahkluk di jagat raya ini. Penguasa di atas para penguasa. Pemimpin mutlak yang hanya boleh disembah hambanya dan tidak untuk yang lainnya. Pencipta hidup dan mati yang tiada duanya.

Maka nikmat tuhan yang mana kamu dustakan “ betapa sering ayat ini terdengar, betapa banyak kitab yang telah menuliskan ayat ini. Ribuan kertas pun tidak pernah absen untuk mengabadikan ayat yang masyur tercantum dalam surah Ar Rahman. Sungguhpun ada ribuan ayat buatan manusia untuk menggantikan ayat ini tidak aka nada yang bisa menggantikannya

Dalam musibah itulah nikmat yang sesungguhnya ada. Kadangkala manusia terlanjur melihat zahir saja, jarang bisa melihat nikmat yang ada sesunguhnya. Tak jarang hamba hanya bisa meminta. Tapi tak bisa merasakan bahwa permintaannya telah dikabulkan Allah SWT. Sungguh benar Allah berfirman bahwa tanda-tanda kebesarannya hanya bisa dilihat bagi mereka yang berfikir dan berilmu. Sungguh merugi mereka yang tidak bisa merasakan nikmat itu.

Tidak ada secuil rasa untuk berbangga diri. Tapi jujur dari dalam hati berkata sungguh menyesal nikmat itu baru dirasakan sekarang. Sungguh merugi atas lisan yang selalu berkomentar tanpa tahu apa yang sesunggunya terjadi. Ketika lisan meminta untuk bisa menghapalkan qur’an, Allah kabulkan itu dengan waktu yang sangat banyak untuk menghapalkan ayat-ayatnya dengan nikmat datang bulan dalam waktu yang singkat dalam kurun waktu yang lama. Tapi masih saja lisan ini berkeluh dan berkata bahwa itu musibah bukan nikmat. Tapi itulah NIKMAT yang sesungguhnya. Ketika puasa did era banyak kesibukan dan ujian ingin rasanya punya waktu tidur yang banyak, Allah berikan juga nikmat itu dengan adanya libur shalat. Tapi masih saja lisan ini berkeluh bahwa ini waktu yang tidak pas. Ketika perut ini begitu ingin menikmati aneka makanan tanpa banyak cincong Allah berikan nikmat itu.

 
Allahu Rabbi…… Berapa lautan sudah lisan ini berkeluh kesah atas nikmat yang kusangka musibah, atas barokah yang kusangka bencana. Sungguhpun engkau Rabb terbaik, engkau teman terbaik. Engkau yang selalu kupinta untuk membangunkan di setiap jam yang aku pinta. Engkau kabulkan, yang aku pinta isikan perutku ketika dilanda lapar engkau berikan makanan terlezat yang diidamkan perutku. Maafkan lisan yang tak pernah terjaga ini Ya Allah. Duhai rabbi ketika hamba minta tunjukkan jodohpun engkau tunjukkan bahkan akupun yakin engkau telah tuliskan jodoh terbaik untukku. Tapi mengapa hati ini tidak pernah terbersit untuk membalaskan semua pemberianmu. Maafkan diri ini ketika beribadah denganmu masih penuh pengharapan. Jujur hamba malu untuk meminta padamu. Tapi hamba minta yang terbaik untuk hamba sebagaimana yang engkau berikan kepada salafus shalih.. 

fabiayyi alaai rabbikuma tukadzziban “  nikmat itu tidak akan pernah dirasakan tanpa kepahitan sebelumnya. Lisan hanya bisa berbicara karena dia tidak bertulang. Musibah itu ada karena sayangnya Tuhan kepada manusia . Wallahu A’lam.
 

Rabu, 19 Juni 2013

Angin


Angin itu sekarang mulai merasuki seluruh persendian tubuh, kadang dia datang tapi seringkali pergi. tak pernah di sangka kehadirannya tapi tak di harapkan juga kepergiaannya. Berharap kedatangannya mampu mengobati lara yang mulai bergejolak.

Menurut kamus wikipedia Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah. tapi bagiku tidak, angin adalah ciptaan yang dahsyat dan hebat dari Sang Maha Pencipta Allah Azza Wa Jalla. Angin bukan hanya berfungsi hanya untuk membantu turunnya hujan, membantu proses pembuahan tumbuhan. menghilangkan gerah, memutar kincir angin dan lain sebagainya.


Angin bagiku adalah suatu media informasi yang terbaik yang bisa ku dapatkan. yang bisa mengabarkan kesedihan dan kegembiraan pada sang pemilik hidup, yang bisa mengingatkan akan hakekat keberadaan manusia yang notabenenya adalah mahluk yang diciptakan bukan yang menciptakan.

Sebuah pepatah mengatakan " Suatu waktu manusia itu akan naik dan juga turun seperti roda yang berputar, jika manusia itu kedudukannya tinggi di ibaratkan seperti manusia yang memanjat sebuah pohon nyiur, semakin tinggi dia memanjat maka semakin kuat angin yang akan menerpa dan memaksa dia untuk turun ke bawah"


Angin, sungguhpun kadang kehadiranmu tidak di harapkan, tapi seringkali ketidakdatanganmu di pertanyakan....

Sabtu, 11 Mei 2013

Ternyata Tidak Mudah

Dunia ini tidak bertepi , tapi juga tidak mempunyai ujung. jika di hayati amat sangat luas sekali hakekatnya.namun jika di selami dan harapkan amat sempit sesempit liang semut. Bukan tanpa tujuan manusia diciptakan, bukan tanpa

Rabu, 01 Mei 2013

Kangen Laut

                 Menghitung hari yang semakin mendekati kata liburan membuat seluruh sendi ini ingin cepat-cepat pergi sejenak dari kesejukan tanah kaliurang. Ingin menghirup udara pantai, semilir angin bukit,  sampai gemuruh hutan pondok bahrul ulum... # cia cia. 
            Akhirnya setelah menunggu sekian lama, kita akan bertemu kembali, tinggal menghittung hari . kurang lebih 80 hari lagi...# hahahha... rasanya pengen nyanyi lagunya Krisdayanti .


Menghitung hari, detik demi detik
Masa kunanti apa kan ada
Jelang cerita kisah yang panjang
Menghitung hari

 Secuil cerita yang ingin kusampaikan kepada para pembaca yang baik hati dan tidak sombong, tentang tanah kelahiranku yang sekarang ini sudah mulai terdengar gaungnya, sebenarnya sudah di kenal sejak ratusan tahun silam karena Timah dan Lada yang memang tumbuh subur dan berkembang disana.Sekarangpun keberadaan dua buah komoditas utama Bangka Belitung inipun masih tetap eksis tak lekang oleh waktu. Tapi tak ada salahnya toh mengulang kembali sejarah Bangka Belitung yang sekarang sedang giat-giatnya membangun sektor pariwisata Maritimnya, karena ternyata pantai-pantai di bangka tidak kalah menariknya di banding Bali dan NTB. Berikut kisahnya yang berdasarkan sejarah berdirinya provinsi ini :

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (disingkat Babel) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Februari 2001. Setelah dilantiknya Pj. Gubernur yakni H. Amur Muchasim, SH (mantan Sekjen Depdagri) yang menandai dimulainya aktivitas roda pemerintahan provinsi.
Selat Bangka memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka, sedangkan Selat Gaspar memisahkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Cina Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatera Selatan, namun menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 21 November 2000 yang terdiri dari Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Pada tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tanggal 23 Januari 2003 dilakukan pemekaran wilayah dengan penambahan 4 kabupaten yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pemekaran wilayah dari Provinsi Sumatera Selatan.

           Jadi jika dilihat dari sejarah berdirinya, Bangka Belitung termasuk provinsi muda di negeri ini, Bangka Belitung yang terkenal dengan sebutan Kota Timah ini juga punya sejarah pra kemerdekaan yang lumayan panjang dan sulit . terutama pada masa Indonesia masih pada era kerajaan. Wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama Pulau Bangka berganti ganti menjadi daerah taklukan Kerajaan Sriwijaya, dan Majapahit.Setelah kapitulasi dengan Belanda, Kepulauan Bangka Belitung menjadi jajahan Inggris sebagai Duke of Island.

20 Mei 1812 kekuasaan Inggris berakhir setelah konvensi London 13 Agustus 1824, terjadi perlalihan kekuasaan daerah jajahan Kepulauan Bangka Belitung antara MH. Court (Inggris) dengan K.Hcyes (Belanda) di Mentok pada 10 Desember 1816.Kekuasaan Belanda mendapat perlawanan Depati Barin dan putranya Depati Amir yang di kenal sebagai perang Depati Amir (1849-1851).Kekalahan perang Depati Amir menyebabkan Depati Amir di asingkan ke Desa Air Mata Kupang NTT.Atas dasar stbl. 565, tanggal 2 Desember 1933 pada tanggal 11 Maret 1933 di bentuk Resindetil Bangka Belitung Onderhoregenheden yang dipimpin seorang residen Bangka Belitung dengan 6 Onderafdehify yang di pimpin oleh Ast. Residen. Di Pulau Bangka terdapat 5 Onderafdehify yang akhirnya menjadi 5 Karesidenan sedang di Pulau Belitung terdapat 1 Karesidenan.

           Di zaman Jepang Karesidenan Bangka Belitung di perintah oleh pemerintahan Militer Jepang yang disebut Bangka Beliton Ginseibu.Setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh Belanda di bentuk Dewan Bangka Sementara pada 10 Desember 1946 (stbl.1946 No.38) yang selanjutnya resmi menjadi Dewan Bangka yang diketuai oleh Musarif Datuk Bandaharo Leo yang dilantik Belanda pada 11 November 1947.Dewan Bangka merupakan Lembaga Pemerintahan Otonomi Tinggi.Pada 23 Januari 1948 (stb1.1948 No.123), Dewan Bangka, Dewan Belitung dan Dewan Riau bergabung dalam Federasi Bangka Belitung dan Riau (FABERI) yang merupakan suatu bagian dalam Negara Republik Indonesia Serikat (RIS).

          Ternyata perjuangan itu tidak mudah dan enak seperti makan kue. Tapi ada Legenda Lucu Rakyat Bangka Belitung yang tak kalah menariknya dan hanya di ketahui oleh warga asli Bangka, karena ceritanya dari mulut ke mulut saja, Tapi legenda ini di ceritakan lain waktu saja, karena lumayan panjang dan bikin ngekek gak henti2. karena legenda ini pernah kami perankan waktu yudisium pondok 2 tahun silam, Tapi yang kalah pentingnya sekarang ini adalah perkenalan pantai di Bangka yang mana sejarah dan legendanya akan dijelaskan di edisi yang lain #hehehehe.  Mari kita mulai dari pantai  terdekat dari rumah saya saja, untuk pantai dari ujung Bangka Utara sampai Bangka selatan akan di paparkan lain waktu aja :

                                       Pantai Batu Bedaun 
Ini dia pantai favorit wat merenung dan menggalau, namanya pantai Batu Bedaun, pantai ini lumayan aneh pasirnya karena tidak seputih pantai lainnya, dikarenakan kandungan timah yang banyak di bawah pantai dan lautnya, tapi tidak menghalagi turris yang datang untuk bermain dan mencari binatang laut di sela-sela batunya.

Pantai tanjung pesona ini biasanya ramai oleh masyarakat yang berkunjung setiap harinya, karena memang terawat dan banyak fasilitas pantai yang mendukung seperti arena bermain, hotel, rumah makan dan arena olahraga serta gedung pertemuan. perlu diingat : pantai yang sudah dikelola di kabupaten bangka hanya 3 saja, selebihnya masih asri dan naturally
 Pantai Matras

This is my lovely beach,yang pertama karena masuk pantainya gak bayar, gak terlalu ramai kecuali malam mingguan, hehehe. masih asri dan ada sungai air tawar (ingat tidak payau sama sekali) walaupun aliran ujung sungainya nyambung dengan laut matras. Pantai ini sangat luas dan panjang, jadi kalau dulu ketika satu pondok ke pantai tetap masih tersisa tanah yang luas untuk bermain antar kelas atau asrama. hehehe. serasa pantai sendiri. Jadilah pantai ini yang paling banyak fotonya karena gak ada yang ngelarang wat diambil. hehehe yang kedua karena pantai ini hanya berjarak sekitar 3 KM dari pondok atau 2 KM dari my sweethouse. maka tak jarang pantai ini sering dijadikan tempat berbuka puasa bersama. #wakwakwak asal jangan tempat wat nikah. hehehe
Nyiur di daerah ujung pantai matras

Nah ini dia tempat favorit di daerah tengah pantai. # masih asri kan ??

Kalau ini, batu-batu yang jarang orang-orang temui, karena letaknya sangat rahasia. #wkwkwkwkw. alias hanya orang-orang tertentu seperti saya yang tahu letaknya. hehehe

untuk mencapai tempat ini lumayan susah, harus menuruni lembah pantai, naik sedikt bukit, belok kiri, muter kanan, barulah sampai, tapi jangan capek dulu, karena pemandangannya bisa mengobati seluruh sakit hati. maka tempat ini amat sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi bagi umat-umat yang galau

ini ney, tempat favorit untuk bebakaran bareng teman-teman, letaknya dekat laut dan di ditutupi banyak pohon serta tidak banyak batuan menjadikan tempat ini sering di pakai wat acara kemah bersama.
Ini semenanjung pesisir pantai batavia, pantai baru di sampingnya pantai batu bedaun, sudah ada yang mengelola namun masih asri dan sepi, dan memang kebanyakan pantai disana begini keadaannya, sehingga cocok untuk melepas lelah. heheh

Kalau ini pantai favoritnya turis mancanegara, karena selain biaya masuknya yg memakai hitungan dolar, pantai ini sudah dikelola oleh sebuah instansi, jadi gak asal orang bisa masuk, selain terdapat resort dan hotel berbintang, pantai ini sudah di lengkapi wahana bermain yang elegan dan lux, Pantai ini hanya berjarak 6 KM dari MY SWEETHOUSE. tapi pantai ini yang jarang dikunjungi. hehehehe. 

Sekian penjelasan singkat edisi kangen pantai akut yang sudah 1 tahun di derita. wakwakwakwakwak. semoga bisa cepat terealisasi mengunjungi semua pantai ini untuk sekedar melepas rasa kangen air laut . hehehe. Amien Ya Robb


Minggu, 28 April 2013

Dilema Prioritas





Kuliah ?
Organisasi?
asrama ?
Rumah ?
Keluarga?
Teman/kawan/sahabat ?
kucing ?



**kembali bertanya-tanya dalam pikiran sumpek nan kacau akhir'' ini, mana yang menjadi prioritas utama, kedua hingga terakhir ?

hufftt.... Semuanya berjalan tanpa jeda dan sedikir memberikan ruang di paru-paru untuk sekedar bernafas sejenak, menghirup udara kebebasan yang telah lama tidak dikecap ? tapi mau bagaimana lagi, semuanya butuh perhatian ? semuanya butuh di perhatikan, di lihat, dipandang. sampai tidak tersisa memikirkan satu hal yang memang seharusnya menjadi pikiran di usia sekarang ini. Whaatsssss ? ** ya apalagi kalau bukan "JODOH" xixixixi....

Berbicara tentang prioritas yang menjadi trend pembicaraan akhir-akhir ini , yang menjadi mas'alah bagi umat-umat yang memegang amanah yang sama-sama berat di sisi manapun. tapi yang jadi pertanyaan, apa itu prioritas ?Menurut kamus besar Bahasa Indonesia , prioritas adalah usaha  menertibkan tujuan-tujuan, tugas, dan pekerjaan berurutan dari yang terpenting, sehingga seseorang bisa mencapai tujuan-tujuannya sesuai dengan alokasi waktu yang ada.Pada intinya prioritas adalah menempatkan di tempat utama apa yang penting (aspek dampak) dan harus segera dilakukan (aspek waktu).



Nah, yang menjadi persoalan disini adalah bukan pengertian prioritas melainkan menempatkan waktu dan manajemen yang tepat untuk sekedar hadir di hadapan prioritas. jadi dilema pada akhirnya atau bahasa sekarang adalah GALAU. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada yang meminta banyak amanah, tidak ada yang memohon banyak tugas apalagi mencari-cari pekerjaan yang tidak pasti, kalau bisa hidup itu dibikin seindah mungkin, kerjanya hanya tidur, makan, jalan-jalan, shoping n dll. tapi hidup tidak begitu. hidup punya banyak pilihan dan ketentuan main yang harus di tentukan dan di jalankan. Mau kesini pada jam ini, tapi diharuskan kesana pada jam ini juga. Ada yang bilang jika prioritas menjadi masalah maka dia adalah gangguan syetan. tapi apa mau dikata kalau memang manusia yang salah. manusia yang banyak kehendak tapi tidak bisa memanajemen waktu yang diberikan. Wallahu a'lam, Semoga dengan prioritas ini bisa menjadikan dewasa dan memahami mana yang harus didahulukan dan mana yang harus di belakangkan.


Kamis, 25 April 2013

Bersua kembali

             Terlalu lama meninggalkanmu dalam keadaan kusam dan berdebu, kurang lebih satu bulan tak pernah kusapa dan kutegur, teringat akan dirimu tapi tidak pernah mengacuhkanmu. Beribu maaf kuucapkan padamu Blogku Sayang Blogku Malang. hehehe

               Jujur kukatakan padamu " berkeluh kesah padamu dalam artian melukis hitam di atas putihmu itu mudah, tapi mencari waktu untuk berbincang denganmu amat sulit tuk di cari ", walhasil beginilah jadinya, bulan-bulan ini memang sangat berat di rasa, penuh perjuangan untuk sekedar berbincang sejenak denganmu... (# segitu sibukkah kau sampai tidak bisa berbicara denganku ????)... Mudah-mudahan kita bisa saling mengisi dengan simbiosis mutualisme (#apalagi ini) ya sudahlah, jika belum saling mengerti, mudah2an di lain kesempatan kita bisa saling memahami (#amien).


#apa ini ??

       Kesempatan kali ini ijinkan aku menjelaskan sedikit tentang uneg-uneg yang mengganjal hati akan pondok bahrul ulumku sweety blog pada kesempatan bersua denganmu , singkat kata dua hari kemarin  adik angkatanku yang tidak ku ketahui rupanya mengirimkan message singkat kepadaku yang isinya bertanya-tanya tentang dunia kampus, yang penasaran seperti apa hidup di luar pondok yang tidak ada habis ujung ceritanya. panjang lebar ku jelaskan dari sabang sampai merauke, berharap dia paham dengan kehidupan kampus yang 180 derajat terbalik dengan dengan keadaan pondok kita dulu, sedikitpun dia tidak merasa shock dengan apa yang kujelaskan. mungkin dia paham dengan penjelaskanku..

           Tapi ketika kutanyakan padanya, bagaimana keadaan pondok sekarang ? di jawabnya " kami udah selesai ukh, semua ujian udah beres, tinggal yudisium aja bulan depan " syukurlah jawabku dalam hati. tapi ada satu yang menggelitik hati , secepat inikah ta'lim wa muta'alim di pondok selesai , benarkah mereka sudah menyelesaikan ujian nasional, pondok hingga amaliyatul tadris ? , sungguh di luar dugaan jawaban yang di terima. ternyata tahun mereka tidak ada amaliyatul tadris, sangat membingunkan sekali, dimana letak pengalaman indah jika tidak ada amaliyatul tadris ? dimana dan bagaimanakah menilai mereka yang diminta mengabdi di pondok ? 



       Satu lagi yang masih terngiang dalam ingatanku , bukankah dulu pada waktu kaki ini menginjak pondok. bulan-bulan ini tangan dan ingatan kita masih terpatri jelas tentang pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan. pelajaran ini bukan hanya berharga tapi juga akhir pengejawantahkan mental yang selama ini terbangun di pondok yaitu pelajaran amaliaytul tadris. Ahhh..... tidak mungkin selamanya kemajuan itu ada di tangan, ada saatnya dia akan mundur dan maju kembali. 

Wallahu a'lam, sweety blog, dulu sempat kutulis dengan tanganku sendiri, kuhapal dan kugubah sebuah puisi arab yang sampai sekarang masih terpatri di kepala ini. kurang lebih begini bunyinya :

عزيزتى السيدة بلسم...

حبيبى...

احييك.......ولوﻻ برودة البحر ﻻلتهبت إليك شوفا . ولوﻻ تصبرى لطرت إليك حبا. وإني لم ينسني صفأ السماء صفأ ودك وﻻرقة النسيم رقة حديثك إنماشجاني وذكرني ولم أكن ناسية.
حبيبى...
ليتك كنت معى....... ترين الطبيعة بجمالها ترين البحر يزخر كالرعد والأمواج تتﻻظم زرافات واوحدانا . صفاءفى البحر وصفاء فى السماء كأنهماقلبانا. وتسمعين ثفريد الطيوروحفيف الأشجارإنهاالعمرك مناظرتلهى المرء. ولكن هيهات لمثلي أن تلهو وهي تعلم مايمكنه الدهرومايخبئه الليل والنهارتقبلى منى اخرقبﻻتى واوفراشراقى

dengan artian :
Saudariku Sayyidah Balsam ...

Salam rindu untukmu, kalau bukan karena dinginnya samudera, niscaya aku terbakar oleh api kerinduanku padamu. Dan kalau bukan karena kesabaranku, niscaya aku terbang membawa cintaku padamu. Jernihnya langit tak sejernih cintamu. Sejuknya musim semi taka sesejuk bisikan kata-katamu. Semua tampak nyata dan tak mudah dilupakan. 


Kekasihku, 

Andai kau bersamaku, menyaksikan alam dengan segenap pesonanya, menatap lautan begemuruh bak halilintar, melihat ombak saling beradu terjang. Jernihnya laut dan jernihnya langit, laksana hati kita berdua. Andai kau disini, mendengarkan kicauan burung-burung dan lambaian pepohonan!



Sungguh, semua itu adalah pemandangan yang memesona manusia, tapi tak demikian dengan hatiku. Karena dia tahu apa yang dirahasiakan zaman dan apa yang disembunyikan malam dan siang.

    Bahrul ulum nama pondok tempat dulu kaki ini bernaung, tak kurang sesuatu apapun kau besarkan dari kecil hingga dewasa ini, dinginnya angin yang melesat jauh ke atap langit al manar , sampaikan salamku padamu al manar, 6 tahun sudah kita bersama dalam sujud indah malam-malam yang tak akan pernah terlupa, kuingin mereka yang pernah singgah untuk sekedar sujud di lantaimu merindukanmu laksana alam yang merindukan suara azanmu al manar. hampir sepertiga waktuku meninggalkanmu, semoga kita kembali bertemu dalam mawaddah dan rahmatmu, amien......


Rabu, 10 April 2013

Sudah Berimankah Hati Ini ?

Sudah Berimankah Hati Ini ?

      Pertanyaan ini bukanlah barang baru yang pernah saya dapatkan di akhir penghujung malam. Sebelum mata ini memejamkan kelopaknya, sebelum kepala ini tergeletak di atas bantal, pertanyaan ini sungguh sangat menggelitik. 

       Pakaian dalam keseharian mungkin telah mencerminkan iman seorang muslim, ibadah rutin jelas-jelas telah menunjukkan eksistensi bahwa inilah keimanan seorang muslim sejati. Tapi apakah ini yang dinamakan iman yang utuh, iman yang sempurna, atau iman yang patut di jadikan uswatun hasanah. Allahu Akbar, Semoga ini bukan tipuan jahat yang merajai hati. 

       Sering terbersit dalam hati, Kapan hati ini bisa bersih tanpa noda, kapan pikiran ini bisa jernih laksana telaga kaustar, kapan tangan ini hanya bisa menjamah hal yang halal saja, Mata ini bisa melihat yang di ridhoi-Nya saja. kaki ini hanya bisa melangkah ke tempat yang berguna. hingga lisan ini hanya bisa mengucapkan hal yang baik-baik saja. Inilah sejatinya standar keimanan yang dilihat dari seorang muslim. standar keimanan yang di dasarkan atas perilaku yang dia perbuat. Bukan atas pakaian yang dia pakai, bukan atas ibadah yang dia lakukan.

     Nafsu akan dunia terkadang sangat mendominasi hati, berburuk sangka kepada saudara seiman bukan hal yang jarang dilakukan. hingga hasad pun tak luput dari jiwa yang kering akan iman.... Rabbi, kubaca kalammu setiap detik dalam lisan dan hatiku, tapi seujung jari jarang kukerjakan perintahmu, jarang kudengarkan nasihatmu, sering kulakukan laranganmu. Seandainya kau mencabut nyawaku saat ini, Apa yang mesti ku pertanggung jawabkan padamu ? Iman di bagian mana dari diriku yang bisa kubanggkan padamu ? . 

     " Tuhan selalu bersama hambanya" tapi hamba jarang bersama tuhannya. "Tuhan tidak pernah melupakan hambanya" tapi hamba selalu melupakan tuhannya. " Tuhan tidak pernah menimpakan beban yang berat pada hambanya" tapi hamba selalu membangkang pada tuhannya. 

     Di ujung senja ini, Kutumpahkan rasa pada hitam di atas putih. kukeluarkan uneg-uneg yang selalu menggerogoti hati. Bukan kekayaan harta yang ingin di raih, tapi kekayaan hati yang ingin di capai. bukan lisan yang bersuara indah dan lembut yang ingin di punya. tapi lisan yang terus berdzikir akan-MU yang ingin kumiliki...... Wallahu A'lam 


**Penghujung Senja Perpustakaan Pusat UII**