Selasa, 25 Februari 2014

KARNA AKU WANITA BIASA

Aku Wanita Biasa



Karna aku wanita biasa
Setegar apapun diriku
Aku tetap membutuhkan bahumu untukku bersandar
Saat raga ini terhimpit beribu beban
Saat air mata ini jatuh tak tertahan

Karna aku wanita biasa
Sekuat apapun diriku
Aku tetap butuh tanganmu untuk membantuku
Mengahadapi masalah yang datang mengujiku
Saat keputusasaan itu menghampiriku
Semangati aku dengan kasih sayang dan perhatian mu

Karna aku wanita biasa
 setabah apapun diriku
Aku tetap butuh belai lembut jemarimu
Tuk menghapus air mataku
Saat kesedihan menderaku
Karna aku tak mampu sendiri menenangkan hati yang dirundung ujian bertubi

Karna aku wanita biasa
Sepandai dan kekuat apa pun keimanan ku
Aku tetap butuh bimbinganmu
Tuk menuntun dan membimbingkuMenuju ridha Tuhan yang satu

Karna aku wanita biasa
Sebaik apapun kelakukaanku
Aku tetap butuh nasehatmu
Karna diri ini sering lupa dan lalai
Terbuai oleh germerlap nya dunia 
Terbuai oleh tipu muslihat setan Penggoda 

Karna aku wanita biasa
Semulia apapun sikapku
Aku tetap butuh pengawasan mu
Karna aku sering terbuai oleh nafsu dan keinginan serta egoku
Aku sering tak terkendali karena kelemahan akal dan perasaanku

Karna aku wanita biasa
Maka jangan tinggalkan aku
Jadikan aku separuh jiwamu
Sebagai tulang rusukmu
Yang kau dekap erat dalam pelukan dadamu
Iringi tiap langkahku dengan nasehat dan pengawasanmu
Dorong aku dg motivasi dan penyejuk jiwaku
Agar tentram hati ini saat ku mendampingi dan mengabdi padamu,
tuk Mengharapkan ridha Tuhan yang Satu.

Aku wanita biasa
Aku tak sempurna
Namun aku ingin menjadi calon Bidadari Surga

*Maiya Alfannisa Mawaddah*

                                         

Senin, 24 Februari 2014

Menata Rasa

Membeku dalam diam
Sendiri...........
dan kau pun menghilang

Kelam kini terasa
Membawa hawa dingin yang menghunjam dada

Tau kah kau...
aku jengah

Tak mampu ku berkata 
berbagai cara ku coba

Namun rasa ini semakin bertambah
Maafkan aku,
aku tau ini salah
Tak wajar dan tak lumrah

Mentaripun tak sanggup menghangatkan ku
Kebisuan ini semakin membeku
Menghentikan setiap aliran darahku
Hingga jantung ini seakan berhenti karena kelu

Taukah kau aku rindu

Rindu ini menyulam kalbu
Bersama bening embun sedingin salju
Menyusup kedalam relung jiwaku
Membuai rasa dalam sendu, 

Pergilah...................
jika itu maumu

Biarlah rasa ini ku tanggung sendiri....
Memohon ampun atas dosa diri
Semoga Alloh mengampuni....

**Maiya Alfannisa Mawaddah**

Ilusi

Ini hanyalah sebatas mimpi
Mencintaimu wahai pujaan hati

Ini hanyalah sebuah ilusi
Anak manusia yang sedang berambisi

Menginginkanmu
meski ku tak mengenalmu

Merindukanmu
Walau belum pernah aku melihatmu

Ini tetang aku
Bukan kau

Aku dengan imajinasiku
Penuh fatamorgana.. ..


**Maiya Alfannisa Mawaddah**

Sabtu, 22 Februari 2014

motivasi #1

Pengantin Bidadari, Kisah Cinta Seorang Syuhada

Pada masa Rasulullah, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat.

Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan. 
Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah. 

“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.

Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi.

Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”

“Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.

“Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.
“Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.

Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan
“Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.

“Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit gugup.

“Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku.”

Fulan menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu wahai putriku?”

Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya.”

Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.
Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai Anda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”

Jawab istrinya, ” Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin.”

Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang.

Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.

“Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang. Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita ini.”

Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku menyertaimu”

Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhi…ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya.

Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama teman sepermainannya.

Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya … Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.

Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh.

Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.

Tanpa dimandikan …
Tanpa dikafankan …

Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid.

Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut.
Para sahabat terdiam membisu.

Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau
Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum.

Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.

Akhirnya keadaan kembali seperti semula ..
Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?”

Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo ..
-Zulebid, pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia.Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”

“Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.

” Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid,” Jawab Rasulullah.

“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.

“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya.”

Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya.

Malam menjelang …
Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan dan nyata ..

Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari kejauhan .. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula ..

Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini pabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu…. Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.”

Istri Zulebid, terdiam.
Matanya basah …
Ada sesuatu yang menggenang disana ..

Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi ..
Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir ..
Ia menggerakkan bibirnya ..
“Suamiku, aku mencintaimu …
Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita ..
Aku ikhlas …..”

Dan,..
Akan kemanakah kumbang terbang ..
Pada siapa rindu mendendam ..
Kekasih yang terkasih ..
Pencinta dan yang dicinta ..
Semua berurai air mata ..
Sedih, ataukah bahagia …..?

Wallahu a'lam bishshawab...... 
*dikutip dari : http://inmotivasi.blogspot.com/2013/07/pengantin-bidadari-kisah-cinta-seorang.html 

Selasa, 11 Februari 2014

Expererience is The Best Teacher

EXPERIENCE  OF PRACTICE IN BROTHERS HOTEL



Jazakumullah ilallahi ta'ala atas segala nikmat yg telah diberikan, Thanks to our Prophet Muhammad SAW atas perjuangannya menumbuhkan islam di negeri tak bertandus dan tak berhukum, Terima kasih tiada tara kepada mamak dan ayah yg selalu menyayangi tanpa henti kepada ananda yg belum sempat membalas budi, juga kepada masjid Ulil Albabku yg telah banyak memberikan pelajaran berarti walau kita hanya sebentar bersama.





Sama sekali tidak menyangka KP ini terasa berat dan begitu banyak yang harus di korbankan dan di perjuangkan. Mungkin sebagian teman-teman angkatan mendapatkan tempat KP yang enak, menjanjikan dan lain sebagainya. Mungkin juga ada yg kurang mendapatkan fasilitas yang tidak menyenangkan. Tapi tak apalah demi ilmu semua harus di jalankan. Juga de umi SKS dan Nilai yang harus di dapatkan. Hehe.. Pada awalnya saya dan teman saya dian berniat untuk KP bersama. Setelah mengelilingi Jogya untuk mencari instansi, badan pemerintahan, bahkan dinas hingga ke bandara tidak jua di dapatkan tempat KP yang cocok. Banyak yang tidak membutuhkan statistika karena kurang mengetahui fungsi statistika sendiri.

Akhirnya, saya dan dian memutuskan untuk mencari tempat masing-masing, dian bersama eky di semarang dan saya dengan rizka di solo. Sempat ketar-ketir hingga menelpon ibunda di bangka sana jika tidak mendapatkan tempat KP alamat ananda tercintanya ini pulang dan detik itu juga lansung di ACC dengan hati yang senang. Tapi jauh di lubuk hati jika pulang ke tanah air tercinta tentunya tidak ada yang namanya KP , yang ada mungkin diam di rumah saja, hehe.. akhirnya setelah mencari kesana kemari (riska ding maksudnya ) akhirnya ketemu di mal paragon solo, syukurlah,,,,
  Tapi ternyata ujian belum berhenti begitu saja, Setelah menunggu kurang lebih sebulan belum ada balasan kejelasan apapun dari  HRD disana, sempat terjadi sesuatu dengan ketua jurusan gara-gara pengajuan surat dan lamanya pembuatan surat walakhir di hotel brother la tempat kami bermuara. Setelah bolak-balik berkali-kali kesana akhirnya deal kami masuk tanggal 11 februari setelah pengumuman penempatan dimana kami akan mempraktekan ilmu.



First day KP. Pada awalnya sempat dag-dig-dug mau ngapain disana. tapi setelah ketemu HRD Pak Frans dan asistennya Bu Farah kami agak sedikit tegang, meluncur ke lokasi pukul 08.30 dan sampai pukul 09.00 (lumayan jauh, ibaratnya kalau di jogya ya kaliuran-bantul lah hehe) menunggu sesaat tenyata masih menunggu Cleaning service beres-beres barulah ketemu HRD. Setelah menunggu kurang lebih seperempat jam akhirnya kami di putuskan di bagian marketing, saya di bagian admin marketing dan rizka di bagian desain. Saya lansung di tempatkan bersama Mb Yuvita yang ternyata juga masih kuliah lhoooo.. wowwww dan di semester 6 jurusan komunikasi UNS. di jelaskan berbagai macam terkait admin marketing dan alhamdulillah pekerjaan saya di takmir ulil albab periode lalu sebagai sekretaris berfungsi juga disini. hehehe ya seperti buat surat, minta tanda tangan, ngirim email n dll berfungsi juga. THANKS ALOT TO ULIL ALBAB.

Pada menit-menit awal saya di sibukkan dengan berbagai penjelasan oleh mb yuvita , diantaranya di jelaskan bahwa di hotel brother ini terdiri dari 11 departement di antaranya yaitu :

1. F & B : Food and bevarage
2. FO : Front Office
3. HK : House Keeping
4. GM : General Manager
5. BQT : Banquet
6. CA : Accounting
7. SEC : Security
8. ENG  : Engeneering
9. HRD : Human Resource Development 
10. IA : IT
11. BEO

Kemudian juga di jelaskan terkait tugas admin yang juga tidak jauh berbeda dengan tugas saya di takmir sebagai sekretaris kemarin. diantaranya :
1. AMEND : Amandemen

03/AMD/MKT/01/2014 
2. BANQUET 
3. BEO : BANQUET EVENT ORDER , yang mempunyai tigas untuk mengatur dan mempublikasi keinginan tamu di hotel seperti reservasi hotel, seminar dll
4. denah brothers
5. GEO : Grup Event Order 
untuk konfirmasi letter dll dengan cara buat surat juga yg di sebar ke 4 departement 
018.3/HB/SMM/XI/2013

Di Departemen Marketing ini ada 6 orang bidadari cantik yang bertugas yaitu : Bunda Arrie selaku manajer, mb Anna selaku eksekutif marketing, Mb Heni (orang bangka lho) , mb lia di desain, mb enggar di loby dan mb yuvita di admin marketing. Selain itu juga di jelaskan tentang cara menggunakan mic.ofice look , pengarsipan dan lain sebagainya. walau besok mulai magang di accounting tapi pengalaman ini berharga sekali, sungguh tiada yang sia-sia dari sebuah pekerjaan walau jadi takmir sekalipun. semoga pengalaman besok lebih baik dari hari ini, amien...











 foto2 di hotel brothers

Minggu, 02 Februari 2014

Sesal itu...

                                                                     Sesal itu

Boleh saya menyesal? boleh saya kecewa? boleh saya marah ? boleh saya membenci?

Saya bosan dengan semua ini, saya kesal dengan keadaan yang ada. bisakah tidak pergi meninggalkanku sampai tiba masanya. Saya memang banyak berbuat salah n segala hal, tapi bisakah untuk menunda sedikit saja waktu niatan itu...

Sungguh menyesal dengan segala hal yang saya rancang dan saya perbuat, ternyata hal itu cukup membuat penderitaan yg dalam di hati ini...

Mungkin kau tidak pernah menemukan namamu terucap, tercantum dan tertulis di hati ini, di fikiran ini, bahkan di dunia ini. tapi sungguh akan kutuliskan selalu namamu dalam doaku agar nama kita tercantum dalam lauhil mahfudz-Nya. Amien...

Minggu, 26 Januari 2014

H-4 Mubes 1435-1436 H


H-4 Mubes
“ Gak Kerasa ya kita udah di penghujung waktu” (R.Sekret TMUA 26 Januari 2014 Ba’da Isya)
“Al Waqtu Kas syaifi” Waktu itu ibarat pedang. Pedang jika di gunakan untuk kebaikan maka akan baik hasilnya. Jika untuk kejahatan maka akan buruk pula hasilnya. Banyak pepatah yang berbicara tentang waktu. Ada yang mengatakan waktu itu adalah uang, ada yang mengatakan waktu lebih berharga dari apapun dan hanya waktu yang tidak terbeli. Jika berbicara tentang waktu. Kurang lebih 11 Bulan kita bersama dalam satu keluarga kecil di bawah naungan kubah kuning ini. 

Apa yang telah kita berikan untuk Masjid ini ?

Amal apa yang telah kita kerjakan untuk masjid ini ?

Masihkah ada keinginan di hati kita untuk terus memakmurkan masjid ini ?

Ala kulli hal, pertanyaan terberat adalah bagaimana cara menjawab pertanyaan di atas. Kita berlima satu kepengurusan 1434-1435 H. Pastinya dalam diri masing-masing tidak akan ada yang menyangka satu sama lain kita akan bekerja sama dalam satu wadah yang entah bernama apa . Mungkin ini jalan yang telah tuhan gariskan untuk kita mengenal satu sama lain. Mungkin juga ini wadah untuk mengeratkan kita serta mengingatkan kita satu sama lain.Kurang lebih satu tahun kita bersama, mohon maaf atas segala khilaf yang pernah dilakukan. 

Kepada Ketua II TMUA (Mas Lanjar Kurniawan) Maaf jika tingkah laku yang tidak berkenan di hati, maaf belum bisa memberikan yang berarti bagi takmir dan kita berlima. 

Kepada Mas Chepy Permana (Sekretaris I). Mungkin Lidah ini sekali-kali perlu di rem agar tidak selalu menyakiti mas cepi. Kadang kala satu sama lain dari kita menginginkan yang sempurna. Tapi cara kita yang salah membahasakan. Tapi jujur baru kali ini mendapat patner kerja yang luar biasa menguras energi. Hehehe... mohon maaf atas kata, sikap dan perilaku yang salah dari saya.

Kepada Emji (Bendahara I). SATU PERMINTAAN DARI Q JI... jangan tinggalkan daku disini tanpamu(Huekss, #lumayan lebay gak ). Ji, maaf sekali atas perkataan ku yang selalu menyakiti hatimu. Maaf yang selalu tidak bersamamu. Maaf yang tidak bisa selalu membantumu, tapi jujur yang kuinginkan hanyalah kehadiranmu. Kurang lebih 2,5 tahun kita di takmir. Satu sama lain antara kita sudah saling mengenali, masihkah ada secercah cahaya di hatimu untuk menghabiskan masa kuliah kita di takmir hingga wisuda nanti. #sekali lagi aku minta maaf atas segala khilaf.

Kepada Didin (Bendahara II). Maaf ya din kalau ada salah, tapi didin gak ada salah kok sama mb, hehehe
Sekali lagi. Maafkan saya atas khilaf dan kesalahan saya. Saya yang paling banyak salah di antara kita, yang paling banyak menuntut, yang paling banyak ngomel. Ingatkan saya ketika kita tidak bersama lagi nanti. Dan doakan saya semoga saya bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Amien...
Mungkin hanya divisi kita yang kurang banyak foto, tapi tak apalah hanya foto pas outbond saja yang jadi kenangan.